Monday, September 16, 2013
Friday, September 13, 2013
PELANGI KEAKRABAN, MEGA KEINTIMAN
Mata hati kita sesungguhnya tidak pernah menipu
Ada titis-titis kegawatan pada PELANGI KEAKRABAN, MEGA KEINTIMAN
itu
Kan dulu pernah satu ketika
Banjir warna merah, lencun sang sepersalinan
Bak kata nenekku “Luka Telah Sembuh, Parut Masih Ada”
Tacap Sembilu, belati menikam
Luka telah menghiris
Sembuhnya telah, namun nyilunya masih ada
Rawatlah kami dengan cinta dan kasih sayang,
hapuskan gurisan
dan coretan luka itu
Bukankah begitu?
PELANGI KEAKRABAN, MEGA KEINTIMAN nan dicemari tu
Semarakkan kasih dan sayang
Nan ketebalan warna, keprihatinan dan ketekunan watannya
Maka…
Terpancarlah Keceriaan, Kesentosaan, Kesetiaan, Kesejahteraan
Keakraban dan Keintiman
PELANGI KEAKRABAN, MEGA KEINTIMAN
Itulah Pasongnya
Nan kita hayati
Lapisan jalur warnanya
Silang menyilang, baur membaur
Utuhnya kita dari pelbagai resam dan budaya
Di bawah panji sakti Jalur Gemilang
Kau dan Aku
Kita adalah teman sepermain, rakan sepejuangan
Ayuh gengganmlah jamung keramat nan pusaka ini
Derapkan langkah megah seantero nusantara
Bersatu kita laman bumi indera puncak kinabalu
Nan mega menerangi tatkala hujung kesinambungan
Adalah kita yang bersatu dalam apajua rintangan
Kan kita ada akal, iman dan tawakkal?
Mampulah kita harunginya
Nan itulah kelazatannya
Lantaran itu
Langit yang dijunjung ini
Berdiri megah di lanai persada ini
Padamu Negara
Negeriku nan berdaulat
Di sini darahku tertumpah
Akan ku pertahankan…
JaseMario
Puncak Jalil - Putrajaya
12 Sept 2013
Thursday, August 29, 2013
Little Monsters VS Katycats !!!
The big news on the Billboard 100 this week, other than Robin Thicke snagging
an 11th week at No. 1 with "Blurred Lines," was obviously the 85-2 blast of
Perry's "Roar" and the No. 6 bow for Lady Gaga's "Applause."
As a sort-of Hot 100 after party, how do Perry and Gaga fare in comparison to
each other when it comes to their career album and digital song sales? Given
that both artists first charted on the Hot 100 in 2008, it's a pretty even
playing field (one which we're apparently about to help set more fire to …)
Here are each star's best-selling digital songs and their U.S. album sales
through the week ending Aug. 18, according to Nielsen SoundScan:
Katy Perry: Digital Songs
6,341,000,
"Firework"
5,606,000, "E.T." (feat. Kanye West)
5,542,000, "California
Gurls" (feat. Snoop Dogg)
5,414,000, "Hot N Cold"
4,573,000, "Teenage
Dream"
4,444,000, "I Kissed a Girl"
3,470,000, "Last Friday Night
(T.G.I.F.)"
3,074,000, "Wide Awake"
2,662,000, "Part of Me"
2,617,000,
"The One That Got Away"
2,211,000, "Waking Up in Vegas"
1,079,000,
"Thinking of You"
643,000, "Peacock"
Lady Gaga: Digital
Songs
6,987,000, "Poker Face"
6,809,000, "Just Dance" (feat.
Colby O'Donis)
5,401,000, "Bad Romance"
3,918,000, "Born This
Way"
3,388,000, "Paparazzi"
3,268,000, "Telephone" (feat.
Beyonce)
2,792,000, "The Edge of Glory"
2,558,000,
"LoveGame"
2,473,000, "Alejandro"
2,181,000, "You and I"
942,000,
"Judas"
781,000, "Starstruck"
Katy Perry: Albums
2,749,000, "Teenage Dream"
(2010)
1,529,000, "One of the Boys" (2008)
55,000, "MTV Unplugged" (EP)
(2009)
Lady Gaga: Albums
4,525,000, "The Fame" (2008)
2,298,000, "Born This Way" (2011)
1,566,000, "The Fame Monster" (EP)
(2009)
57,000, "Born This Way: The Remix" (2011)
302,000, "The Remix"
(2010)
40,000, "A Very Gaga Holiday" (EP) (2011)
The totals?
First, digital song sales:
Katy Perry: 49,897,000
Lady
Gaga: 46,322,000
And, album sales:
Lady Gaga: 8,817,000
Katy Perry:
4,333,000
So … Perry narrowly leads in digital song sales, while Gaga boasts a
more than two-to-one lead in album sales, reflecting the latter's
clearer status as an album act.
In all, victories for both Little Monsters and Katycats! ... Plenty more
discussion is a lock as "Roar" and "Applause" grow, leading up to the releases
of Perry's album "Prism" (Oct. 22) and Gaga's "ARTPOP" (Nov. 11).
(Special thanks to Nielsen SoundScan's Nancy Wagner and Anna
Loynes)
Sunday, August 25, 2013
A Guide to Recognizing Your Saints
Plot :
Dito (Robert Downey Jr.) is a successful writer in LA. One day, after being urged
by his mother, Flori (Dianne
Wiest), and his friend, Nerf (Scott Campbell), Dito visits his childhood
home, Astoria NY, because his father has
suddenly become very ill. The film switches back and forth between the present
and flashbacks with Dito's memories in the summer of 1986.
Dito meets Nerf, and talks with him in a parked car, where they can talk
undisturbed, which would not have been possible at Nerf's house. Dito then
visits Laurie (Rosario
Dawson), his childhood sweetheart, who is now a mother. They only talk
through the open window; she does not let him in. Dito finally visits his
father, Monty (Chazz
Palminteri). Monty used to ignore Dito's feelings, and he didn't want Dito
to travel. He is angry at Dito for leaving, and for not returning sooner to
visit; he then sends Dito away. Laurie urges him to be a man and come to terms
with his father, who was heartbroken when he left. Dito does leave, but returns
later, to insist that he take his father to the hospital.
Antonio (Channing
Tatum), an overconfident, volatile boy with an abusive father, eventually kills someone: the Puerto Rican
gangmember Reaper (Michael Rivera), as payback for an attack on Dito.
Dito remembers Antonio's younger brother, Giuseppe (Adam Scarimbolo) -
reckless, destructive, and possibly insane. In the 1980s, Giuseppe lay on a
subway track; in spite of urgent warnings from his brother Antonio and Nerf,
that a train was coming, he failed to get back on the platform and was
killed.
Mike O'Shea (Martin
Compston), another friend of Dito's, was a Scottish boy who dreamt of
becoming a musician. Mike and Dito had planned to go to California on a bus.
They worked for a gay man,
Frank (Anthony de
Sando), with a dog-walking business. They went to his house to collect the
wages he was slow in paying. At first he did not listen to them, but then he
gave them all the money he kept in the refrigerator, more than he owed them and
told them to leave town. Shortly after, Mike was murdered by a member of a
Puerto Rican gang in retaliation for the murder of Reaper, after which Dito
travelled alone to California.
Dito visits the adult Antonio (Eric Roberts) in prison and sees him as a changed
man of wisdom. The film concludes with the two of them sitting down in
conversation.
Jase's Note :
I bought the DVD during my transit time at Dubai in June-July this year. The synopsis sounds interesting with such an amazing cast like Robert Downey Jr, Shia LaBeouf and Channing Tatum. When I watch the movie it is too much violence with plenty,plenty of f**king word !!! What ever it is Robert Downey Jr, Shia LaBeouf and Channing Tatum has shown a great performance in this movie. The film's narrative jumps frequently between 2006 and flashbacks from 1986
(filmed largely with shaky camera with short shots) with characters occasionally addressing the
viewer. I also like the last phrase by Ditto Montiel, " I the end, just like I said. I left everything and everyone. But no one...no one has ever left me."
Amanat Kebayan Marimba
| Barisan pelakon kanak-kanak bersama pengarah Geehan Kadir yang menjayakan Teater Bangsawan Amanat Kebayan Marimba semalam |
| Afiq Pilih Kasih 2 yang telah 'di interview' secara tidak rasmi oleh kami bertiga... sambil menikmati jamuan usai pementasan. Itulah menariknya jika membeli tiket premier !!! |
Pujia-Pujian
Begitulah judulnya Teater Bangsawan Kanak-Kanak yang telah dipentaskan di Panggung Bandaraya Kuala Lumpur semalam (pementasan sebenarnya telah bermula sejak jumaat malam lagi) oleh Grup Teater Artis Kreatif (GERAK) Kuala Lumpur. Bangsawan karya Roydy Rokidy dan di arahkan oleh Geehan Kadir ini menampilkan pelakon kanak-kanak yang saya kira amat berbakat dan berpotensi untuk diketengahkan secara serius terutamanya Adik Muhammad Syareel Mustapah (Bagong), Adik Nor Farhana Izzati Kamaruzlan (Gergasi Kenit) & Adik Nor Aliah Mohd Nor Ilham (Gergasi Bagak).
Namun begitu pujian harus diberikan kepada Afiq Pilih Kasih 2 yang telah berjaya menghidupkan suasana dan menyelamatkan keadaan dalam situasi tertentu dengan menanpilkan aksi mantap sebagai Tauke Panggung menskipun ini adalah penampilan sulong beliau dengan watak tersebut. Jenaka bersahaja, aksi lelucon dan daya kreativiti yang tinggi adalah aset utama untuk beliau bergerak dengan lebih maju di dalam industri hiburan tanah air. Syabas Afiq !!!
Sinopsis
Amanat Kebayan Marimba berkisar tentang lima orang kanak-kanak yang terdiri dari Putera Muda Azaldin, Demang & Bagong dari perguruan silat yang sama kemudian bertemu dengan adik beradik Tengku Zainal Alam dan Tengku Ratna Dewi yang kehilangan ayahanda dan bonda mereka. Lima sahabat ini kemudian mengembara mencari penyelesaian keatas malapetaka yang menimpa kedua negeri mereka yaitu kehilangan semua orang dewasa secara tiba-tiba.
Tengku Ratna Dewi kemudian memberitahu sahabat-sahabatnya yang keadaan meruncing tersebut adalah angkara Gergasi 3 Beradik iaitu Gergasi Bagak, Gergasi Kerempeng dan Gergasi Kenit yang sebenarnya telah menculik semua orang dewasa untuk dijadikan makanan mereka. Dalam kembara yang sama, mereka juga telah berjaya menyelamatkan Kebayan Marimba yang dahulunya adalah penjaga kepada ketiga-tiga gergasi tadi yang mana telah dikhianati oleh gergasi tiga beradik tadi. Kebayan Rimba akhirnya telah memberikan amanat kepada kanak-kanak lima sahabat tadi bagaimana untuk menamatkan riwayat ketiga-tiga gergasi tadi. Akhirnya semua gergasi dapat ditewaskan dengan menggunakan buluh runcing yang ditusuk di telapak kaki.
Seperti biasa, dalam kebanyakan Bangsawan babak terakhir tentulah di balai rongsri istana di mana tentunya baginda sultan akan membuat perkhabaran gembira. Jika ingin tahu apakah perkhabaran tersebut, anda masih sempat lagi menyaksikan pementasan terakhir malam ini.
Sebelum saya terlupa, pujian juga haris diberikan kepada kareografer untuk tarian Sri Taulang Tiga yang menampil gerak tari yang amat mengasyikan. Begitu juga dengan gandungan 'Saiful and The Gang' yang menampilkan 'set dan props' yang saya kira amat menakjubkan jika di bandingkan dengan teater bangsawan yang saya tonton sebelum ini di pentas yang sama.
Maklum Balas untuk JKKN dan Panggung Bandaraya dan Produksi
- Sila atasi masalah pembesar suara untuk pementasan malam ini. Tauke Panggung perlu diberi 'clip mike'. Pasangan Penyanyi 'Extra Turn' yang pertama juga mengalami masalah pembesar suara tidak berfungsi.
- Saya cadangkan agar sediakan surau untuk pengunjung menyempurnakan Solat Maghrib (mahupun Solat Asar jika datang awal untuk memeriahkan Bazaar Seni); jauh juga kami hendak manapak ke Masjid Jame' Kuala Lumpur untuk menunaikan ibadah.
Thursday, August 22, 2013
Juri Pertandingan Deko Raya di PETROSAINS
Pepatah Melayu ada mengatakan "Orang Berbudi, Kita Berbahasa, Orang Memberi Kita Merasa". Itulah yang berlaku kepada saya baru-baru ini. Apa tidaknya, ketika bulan puasa yang lalu saya telah meminta bantuan 'saudara' saya untuk bersama-sama saya mengacarakan Kuiz Ramadan sempena Waroeng Iftar, iaitu Majlis Berbuka Puasa yang di jalankan di kantor... alamak..... bukan kantor tapi pejabatlah. Alhamdulillah, kuiz tersebut berjalan dengan lancar dan berbekas di hati para jemputan. Tentunya dengan kehadiran Amat ('saudara' saya itu) yang memang mempunyai pengalaman yang luas dalam mengendalikan program secara spontan. Usai puasa, habis raya maka tibalah saya untuk membalas budi 'my lil'bro' itu. Lantas, digunakan 'boss' beliau untuk mendapatkan kebenaran 'boss' saya untuk mendapatkan perkhidmatan saya menjadi juri Petandingan Deko Hari raya untuk PETROSAINS baru-baru ini. Aduh... terkena saya...:)
Saya memang tidak ada mengambil gamber deko-deko terbabit, tetapi apa yang pasti, kakitangan PETROSAINS memang sungguh kreatif dan 'sporting'. Mereka memang 'go to the distance' untuk memastikan deko-deko yang mereka buat itu cantik, kemas, teratur dan menawan hati juri. Apa yang menarik, belanjawan yang diberikan oleh pihak penganjur cuma RM200 sahaja. Yang lainnya tentu saja perlu ditanggung sendiri.
Saya telah mengambil masa lebih kurang 1 jam 15 minit untuk menikmati semua deko dan memberi markah. In Sha Allah, mereka yang berhak akan menang !!!
Wednesday, August 21, 2013
Mu'adz Yang Saya Kenali...
Mu'adz Dzulkifly bukanlah 'jenama' baru di dalam arena nasyid. Kira-kira 6 tahun dahulu beliau pernah melahirkan sebuah album nasyid yang berjudul "Al-Asr... A Moment" yang mengaplikasikan Hadis Nabi s.a.w. di dalam semua 10 sepuluh lagu di dalam album tersebut. Album perdana Mu'adz itu telah diterbitkan oleh Nature Records (Saya kira syarikat ini telah tidak wujud lagi). Namun entah di mana silapnya, meskipun album tersebut menggabungkan nama besar sebagai pemuzik; antaranya Eddie Marzuki, Hilary Ang (Search), Sham (Kamikaze) dan Ramli (Mohram) dan dengan konsep yang pada ketika itu dikatakan belum pernah dilahirkan oleh mana-mana penasyid (sebagai rekod; album "Al-Asr... A Moment" adalah album yang pertama di dunia mengaplikasikan hadis sebagai lirik lagu) bagaimanapun gagal meletakan nama Mu'adz sebaris dengan penyanyi nasyid yang 'top' ketika itu. Itu cerita sekitar tahun 2006/2007. Apa pula perkembangan beliau kini?
Sesungguhnya, Mu'adz kini telah tampil dengan album baru; yang berjudul "Rindukan Cahaya". Album ini telah mula berada di pasaran seawal ketikan kita sedang sibuk menyambut Hari Raya Aidil Fitri meskipun sebuah lagunya yang berjudul "Sambutlah" telah mula diputarkan sebagai lagu tema bulan Ramadan di Bernama TV sejak awal bulan puasa yang lalu. Album yang berunsur muzik Islamik progresif ini bukan calang-calang kerana ia telah di rakam di Studio Rockstar di Jogjakarta, Indonesia dan diterbitkan oleh Noe dari Kumpulan Letto yang juga telah mencipta kesemua 5 buah lagu di dalam album ini bersama Widi (juga dari Kumpulan Letto). Widi yang bertindak sebagai guru vokal kepada Mu'adz telah mentransformasikan vokal Mu'adz menjadikannya lebih indah dan sesuai dengan konsep muzik dan lagu. Bagi mereka yang pernah mendengar suara Mu'adz di dalam album yang pertama tentunya akan merasa kelainan tersebut. Maka tidak hairanlah jika ada yang mengatakan pengaruh Letto amat kuat di dalam album ini. Namun begitu perlu diingat bahawa Mu'adz yang sememangnya memiliki suara yang merdu dan mantap. Beliau menyanyikan lagu-lagu ini dengan gaya yang tersendiri. Sesekali apabila kita dengar ia seakan seperti bisikan hening yang diluahkan oleh Mu'adz kepada semua pendengar. Kesemua 5 lima lagu memiliki kekuatan masing-masing. Bunyi 'strings' yang ketara menambahkan keasyikan kita mendengar bait-bait lirik yang di adun dengan indah dengan melodinya. Secara peribadi sekurang-kurangnya saya meminati 4 buah lagu iaitu "Ampunan", "Sambutlah", "Rindukan Cahaya' & "Ketika Mencinta".
Tiada apa lagi yang mampu saya katakan kepada anda yang membaca coretan saya ini, samada anda peminat nasyid mahupun bukan peminat nasyid, memilki album ini adalah satu kewajaran kerana ia amat berbaloi dengan RM yang bakal anda laburkan ! Mengikut rencananya cakera padat Mu'adz "Rindukan Cahaya" sepatutnya berada di semua kedai muzik yang juga menjual cakera padat Hafiz Hamidun "Zikir Terapi 2" kerana kedua-kedua produk ini di pasarkan oleh Arteffects !!!
Subscribe to:
Posts (Atom)


